Tampilkan postingan dengan label Kuliah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kuliah. Tampilkan semua postingan

Minggu, 03 April 2016

APLIKASI MOBILE KONVERSI METER (M) KE KILOMETER (KM) DAN CENTIMETER (CM) BERBASIS ANDROID

Program ini adalah program sederhana konversi satuan meter (m) ke kilometer (km) dan centimeter (cm). Saya membuat program ini menggunakan aplikasi android studio.

Pertama, saya desain terlebih dahulu tampilannya seperti berikut.


Setelah itu ketikkan script program:
activity_main.xml
<RelativeLayout xmlns:android="http://schemas.android.com/apk/res/android"
    xmlns:tools="http://schemas.android.com/tools" android:layout_width="match_parent"
    android:layout_height="match_parent" android:paddingLeft="@dimen/activity_horizontal_margin"
    android:paddingRight="@dimen/activity_horizontal_margin"
    android:paddingTop="@dimen/activity_vertical_margin"
    android:paddingBottom="@dimen/activity_vertical_margin" tools:context=".MainActivity"
    android:background="#fff4fff5">

    <TextView
        android:layout_width="wrap_content"
        android:layout_height="wrap_content"
        android:textAppearance="?android:attr/textAppearanceLarge"
        android:text="KONVERSI METER KE CENTIMETER DAN KILOMETER"
        android:id="@+id/textView"
        android:layout_alignParentTop="true"
        android:layout_centerHorizontal="true" />

    <TextView
        android:layout_width="wrap_content"
        android:layout_height="wrap_content"
        android:textAppearance="?android:attr/textAppearanceMedium"
        android:text="Nilai Meter (M)"
        android:id="@+id/textView3"
        android:layout_alignParentLeft="true"
        android:layout_alignParentStart="true"
        android:layout_marginTop="37dp"
        android:layout_below="@+id/textView" />

    <EditText
        android:layout_width="wrap_content"
        android:layout_height="wrap_content"
        android:inputType="number"
        android:ems="10"
        android:id="@+id/editText"
        android:layout_alignBottom="@+id/textView3"
        android:layout_toRightOf="@+id/textView3"
        android:layout_toEndOf="@+id/textView3" />

    <Button
        android:layout_width="wrap_content"
        android:layout_height="wrap_content"
        android:text="Centimeter (CM)"
        android:id="@+id/button"
        android:layout_below="@+id/textView3"
        android:layout_alignParentLeft="true"
        android:layout_alignParentStart="true"
        android:layout_marginTop="39dp"
        android:onClick="klik1" />

    <Button
        android:layout_width="wrap_content"
        android:layout_height="wrap_content"
        android:text="Kilometer (KM)"
        android:id="@+id/button2"
        android:layout_alignTop="@+id/button"
        android:layout_alignRight="@+id/editText"
        android:layout_alignEnd="@+id/editText"
        android:onClick="klik2" />

    <TextView
        android:layout_width="wrap_content"
        android:layout_height="wrap_content"
        android:textAppearance="?android:attr/textAppearanceLarge"
        android:id="@+id/textView2"
        android:layout_below="@+id/button"
        android:layout_centerHorizontal="true"
        android:layout_marginTop="140dp" />
</RelativeLayout>

MainActivity.java
package titiswidiati.konversiiii;

import android.graphics.Color;
import android.os.Bundle;
import android.support.v7.app.ActionBarActivity;
import android.view.View;
import android.widget.Button;
import android.widget.EditText;
import android.widget.TextView;

public class MainActivity extends ActionBarActivity {
    Button button;
    Button button2;
    EditText editText;
    TextView textView2;

    public void onCreate(Bundle savedInstanceState) {
        super.onCreate(savedInstanceState);
        setContentView(R.layout.activity_main);
        button = (Button) findViewById(R.id.button);
        button2 = (Button) findViewById(R.id.button2);
        editText = (EditText) findViewById(R.id.editText);
        textView2 = (TextView) findViewById(R.id.textView2);
    }
    public void klik1(View view) {
        try {

            double m = Integer.parseInt(editText.getText().toString());
            double cm = m * 100;
            textView2.setText(String.valueOf(cm));
            textView2.setTextSize(30);
            textView2.setTextColor(Color.RED);
        } catch (Exception e) {
            e.printStackTrace();
        }
    }

    public void klik2(View view) {
        try {

            double m = Integer.parseInt(editText.getText().toString());
            double km = m * 0.001;
            textView2.setText(String.valueOf(km));
            textView2.setTextSize(30);
            textView2.setTextColor(Color.BLUE);
        }
        catch (Exception e)
        {
            e.printStackTrace();
        }
    }

}

Kalau sudah outputnya akan seperti berikut.

Meter (m) ke Centimeter (cm)

Meter (m) ke Kilometer (km)

Minggu, 13 Maret 2016

APLIKASI MOBILE BARCODE SCANNER BERBASIS ANDROID

Perkembangan teknologi saat ini sangat pesat, seiring dengan kemajuan jaman dan perkembangan ilmu pengetahuan. Teknologi yang canggih memberikan kemudahan bagi manusia. Begitu pula halnya dengan teknologi smartphone, gadget ini membantu manusia dalam berbagai hal seperti pekerjaan, hiburan dan mencari informasi. Aplikasi smartphone pun sudah banyak dan beragam, seperti aplikasi di bidang kedokteran, perdagangan, dan lain sebagainya.
Salah satu aplikasi di bidang perdagangan dan informasi adalah kalkulasi harga barang secara cepat, database, juga dalam pembacaan pola citra barcodeBarcode adalah garis-garis hitam yang dibuat menurut kode tertentu, umumnya digunakan sebagai identifikasi terhadap suatu objek atau barang. Data yang biasa disandikan adalah nama barang, jenis barang, jumlah, harga, periode suatu barang, dan lain sebagainya. Semua informasi yang dibutuhkan untuk keperluan tertentu mengenai suatu barang akan dijadikan suatu kode yang mempunyai bentuk batang dengan warna hitam/gelap. Aplikasi barcode berbasis android ini bisa digunakan untuk penyandian suatu barang oleh pemilik toko atau supermarket. Aplikasi ini juga dapat digunakan untuk masyarakat atau konsumen yang ingin melihat informasi produk pribadi yang memiliki barcode, dimana mereka dapat melihat informasi melalui search engine Google setelah memindai barcode.
Panduan penggunaan aplikasi yang saya buat:
1. Buka/jalankan aplikasi

2. Klik button Scan untuk memindai barcode.

3. Nanti akan muncul kode yang sudah di scan.

4. Klik search untuk mencari informasi mengenai produk.

WHAT IS ANDROID?

AWAL KEMUNCULAN ANDROID
Sejarah Android dimulai pada bulan Oktober 2003, dimana Andy Rubin, Chris White, Nick Sears, dan Rich Miner, bekerja sama untuk membuat sesuatu yang oleh Rubin disebut “sebuah perangkat mobile yang lebih pintar hingga bisa tahu lokasinya dan kegemaran pemakainya”. Untuk awalnya, sistem operasi ini akan digunakan sebagai sistem operasi dari kamera digital yang canggih. Ide tersebut batal ketika mereka menyadari bahwa pasar kamera digital tidak begitu besar, dan mereka mengubah haluan dengan membuat sebuah sistem operasi ponsel pintar untuk mengalahkan Symbian dan Windows Mobile yang saat itu merajai pasar. Di tahun itu juga Rubin kehabisan uang, dan Steve Perlman memberikannya uang tunai $10.000 yang disimpan dalam sebuah amplop.
Pada tanggal 17 Agustus 2005, Google melakukan akuisisi terhadap Android Inc. dan tetap mempekerjakan orang-orang penting seperti Rubin, Miner, dan White. Pada saat akuisisi dilakukan, meskipun banyak orang yang tidak mengetahui tentang Android inc., orang-orang menganggap gerakan yang dilakukan Google menandakan bahwa mereka akan memasuki pasar ponsel pintar. Di Google, tim development yang dipimpin oleh Rubin berhasil menciptakan sebuah perangkat mobile yang menggunakan kernel Linux. Platform ini kemudian dipasarkan oleh Google kepada pembuat-pembuat handset dan penyedia layanan telekomunikasi, menjanjikan sebuah sistem yang mampu diupgrade dan fleksibel. Sejarah Android memasuki babak baru dengan selesainya sebuah purwarupa dengan nama “Sooner” yang sangat mirip dengan ponsel Blackberry. Purwarupa tersebut tidak memiliki layar sentuh, dan hanya ada papan ketik QWERTY tapi kemudian disesuaikan untuk bisa menyokong layar sentuh, demi berkompetesi melawan LG Prada di tahun 2006 dan iPhone milik Apple di tahun 2007. Pada September 2007, InformationWeek mengabarkan tentang adanya hak paten yang didaftarkan oleh Google di bidang telepon Mobile.
Versi pertama yang menjadi awal sejarah Android diberi nama Alpha, dan bukan merupakan rilis komersil. Pada masa versi Alpha inilah maskot android pertama kali dibuat dan akhirnya digunakan. Versi Alpha kemudian berevolusi menjadi versi Beta yang dirilis pada 5 November 2007. Tanggal ini dianggap sebagai tanggal lahir Android, karena pada masa ini juga versi beta Android dirilis untuk publik.
BASIS VERSI ANDROID
Pada tanggal 23 September 2008, versi pertama yang dirilis secara komersil dirilis dan saat itu hanya bernama Android 1.0. Fitur-fitur yang diberikan juga hanya fitur-fitur dasar seperti Android Market, penjelajah web, kamera, sistem folder, akses e-mail, sinkronisasi Google, aplikasi-aplikasi Google, Youtube, Voice Dialer, status bar dengan notifikasi, serta fitur-fitur ponsel lainnya seperti telpon dan SMS/MMS. Pada 9 Februari satu tahun kemudian, Android 1.1 terkenal dengan nama julukan “Petit Four” dirilis demi menyelesaikan masalah bug yang terjadi pada versi sebelumnya. Fitur tambahan adalah timeout layar yang lebih lama saat menggunakan speakerphone dan kemampuan untuk menyimpan lampiran pada pesan.
Basis Android terus bergulir hingga sekarang dengan rilisnya versi-versi baru yang terus dikembangkan:
Versi
Nama kodeTanggal rilisLevel APIDistribusi
6.0
Marshmallow19 Agustus 201523
5.x
Lollipop15 Oktober 2014
21
4.4.x
KitKat31 Oktober 201319
24,5%
4.3.xJelly Bean24 Juli 201318
8%
4.2.x
Jelly Bean13 November 20121720,7%
4.1.xJelly Bean9 Juli 201216
25,1%
4.0.3–4.0.4
Ice Cream Sandwich16 Desember 2011159,6%
3.2
Honeycomb15 Juli 201113
3.1
Honeycomb10 Mei 2011
12
2.3.3–2.3.7Gingerbread9 Februari 201110
11,7%
2.3–2.3.2Gingerbread6 Desember 20109
2.2
Froyo20 Mei 201080,7%
2.0–2.1
Eclair26 Oktober 2009
7
1.6
Donut15 September 2009
4
1.5Cupcake30 April 2009
3

HP YANG KOMPATIBEL DENGAN OS ANDROID
HP yang kompatibel pada android yaitu hampir semua merk smartphone terkenal di dunia kecuali Blackberry dan Iphone. Contohnya seperti huawei, lenovo, samsung, acer, axioo, asus, sony dan sebagainya.
KELEBIHAN DAN KEKURANGAN ANDROID
Kelebihan Android
  1. User Friendly – Kalimat ini sangat melekat pada sistem operasi Windows miliknya microsoft, ibaratnya kita dengan sangat mudah mengoprasikan komputer hanya dengan belajar beberapa hari bahkan beberapa jam saja, dan ini juga melekat pada Android yang berjalan pada Smartphone.
  2. Tampilan – Dari segi tampilan, Android tidak kalah bagusnya dari iOs miliknya Apple, karena memang dari awal android hampir mengusung teknologi iOs, hanya saja ini versi murahnya.
  3. Open Source – Operating system ini memang dibuat open source oleh penciptanya, karena memang berbasis kernel Linux. Jadi jangan kaget jika diluar sana ada banyak sekali Custom Rom untuk masing-masing perangkat android.
  4. Aplikasi – Untuk Aplikasi anda akan disajikan jutaan pilihan aplikasi yang menarik dari yang gratis hingga berbayar, dan anda bisa mendownloadnya di Google Play, siapa lagi kalau bukan miliknya Google.
  5. Sistem Operasi Merakyat : Ponsel Android, beda sekali dengan iOS yang terbatas pada iphone dari Apple, maka Android punya banyak produsen, dengan gadget andalan masing masing mulai HTC hingga Samsung.
  6. Mudah dalam hal notifikasi : sistem operasi ini bisa memberitahukan Anda tentang adanya SMS, Email, atau bahkan artikel terbaru dari RSS Reader. Bahkan anda tidak akan terlewat dalam hal misscall sekalipun.
  7. Mendukung semua layanan Google : sistem operasi Android mendukung semua layanan dari google mulai dari Gmail sampai Google reader. semua layanan google bisa anda miliki dengan satu sistem operasi yaitu Android.
Kekurangan Android
  1. Update System – untuk melakukan update system tidaklah mudah, anda harus menunggu dari masing-masing Vendor untuk merilis Update Versi yang terbaru. Tentu ini sangat tidak menyenangkan.
  2. Batterai Cepat Habis – Ini sering terjadi jika anda menyalakan paket data dan menggunakan widget serta aplikasi yang berjalan secara berlebihan, untuk mengatasinya anda harus mengurangi aktivitas aplikasi pada smartphone anda.
  3. Lemot atau Lag – Sebenarnya kalau ini ada kaitannya dengan spesifikasi dari masing-masing perangkat, namun ada kalanya Android ini tidak bersahabat dengan beberapa aplikasi dikarenakan Ram ataupun Prosesornya yang kurang memadai, jadi sesuaikan aplikasi dengan perangkatnya.
  4. Kadang sering terdapat iklan : karena mudah dan gratis, kadang sering diboncengi iklan. Secara tampilan memang tidak mengganggu kinerja aplikasi itu sendiri, karena memang kadang berada di bagian atas atau bawah aplikasi.
BAHASA PEMROGRAMAN YANG DAPAT DIGUNAKAN
Pada dasarnya Android menggunakan bahasa pemrograman JAVA. Aplikasi Android dikembangkan dalam bahasa pemrograman Java dengan menggunakan kit pengembangan perangkat lunak Android (SDK). SDK ini terdiri dari seperangkat perkakas pengembangan, termasuk debugger, perpustakaan perangkat lunak, emulator handset yang berbasis QEMU, dokumentasi, kode sampel, dan tutorial. Didukung secara resmi oleh lingkungan pengembangan terpadu (IDE) Eclipse, yang menggunakan plugin Android Development Tools (ADT). Perkakas pengembangan lain yang tersedia di antaranya adalah Native Development Kit untuk aplikasi atau ekstensi dalam C atau C++, Google App Inventor, lingkungan visual untuk pemrogram pemula, dan berbagai kerangka kerja aplikasi web seluler lintas platform.

Rabu, 24 Februari 2016

REVIEW JURNAL: SEGMENTASI CITRA DIGITAL IKAN MENGGUNAKAN METODE THRESHOLDING

Saya akan me-review salah satu jurnal yang berjudul SEGMENTASI CITRA DIGITAL IKAN MENGGUNAKAN METODE THRESHOLDING yang saya dapatkan dari link disini. Jurnal ini adalah jurnal ilmiah sains Volume 13 Nomor 1 yang diterbitkan pada April 2013.

Judul
Segmentasi Citra Digital Ikan Menggunakan Metode Thresholding
Jurnal
Jurnal Ilmiah Sains
Volume & Halaman
Vol. 13 No. 1, Hal. 77-79
Tahun
2013
Penulis
Max R. Kumaseh, Luther Latumakulita, Nelson Nainggolan
Reviewer
Dewi Anata S, Syarifah Camelia A, Titis Widiati
Tanggal
6 Oktober 2015

Tujuan dan Manfaat Penelitian
Tujuan penelitian ini adalah memisahkan objek mata dengan menggunakan metode thresholding . Manfaat penelitian ini adalah sebagai dasar untuk membentuk basis pengetahuan dalam proses pengenalan ikan berdasarkan ciri-ciri ikan dan membangun pengetahuan tentang identifikasi ikan yang berbasis pada pengolahan citra.
Objek Penelitian
Objek pada penelitian ini adalah citra digital ikan.
Metode Penelitian
Penelitian ini menggunakan data sekunder berupa citra digital ikan. Teknik pengolahan data menggunakan program aplikasi MATLAB R2012a terhadap matriks citra grayscale dengan ukuran matriks 569 x 788, class data uint8 dengan tingkat keabuan 256 untuk menghitung nilai threshold (T) dengan metode thresholding global dan thresholding local.
Langkah-Langkah Penelitian
Langkah-langkah penelitian mengikuti diagram alir dari metode penelitian ini.

Hasil Penelitian
Secara keseluruhan, untuk menentukan ciri-ciri fisik ikan yang tampak pada citra digital ikan  yaitu dengan melakukan input citra, konversi citra dan melakukan segmentasi dengan metode tresholding pada citra, yang hasilnya pada gambar dibawah ini.
(Sebelum)
(Sesudah)
Kekuatan Penelitian
Kekuatan penelitian ini adalah dengan melalukan langkah – langkah metode konversi citra.
Kelemahan Penelitian
Kelemahan penelitian ini adalah hanya dapat mengambil ciri – ciri satu bagian fisik ikan, yaitu mata.
Kesimpulan
Kesimpulan dalam penelitian ini, yaitu dengan menggunakan metode thresholding local, proses segmentasi citra terhadap citra digital ikan berhasil memisahkan objek mata ikan dengan nilai T3 = 61. Objek mata berada pada koordinat matriks [274:295,152:173].

Begitulah review jurnal dari saya. Terima kasih dan semoga bermanfaat.